Minggu, 13 September 2015

Internet of Things (IoT)


Internet of Things (IoT) merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari internet yang tehubung secara terus-menerus. Pada dasarnya IoT mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999.

“Internet of things” merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknologi masa depan, ketika seluruh mesin dan perangkat dalam kehidupan sehari-hari saling terhubung dan berkomunikasi pada Internet.

Definisi alternatif :
  • Casagras (Coordination and support action for global RFID-related activities and standardisation) mendefinisakan Internet of Things, sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi. Infrastruktur terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut pengembangan jaringannya. Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi ko-operatif yang independen. Ia juga ditandai dengan tingkat otonom data capture yang tinggi, event transfer, konektivitas jaringan dan interoperabilitas.
  • SAP (Systeme, Anwendungen und Produkte) mendefinisikannya sbb: Dunia di mana benda-benda fisik diintegrasikan ke dalam jaringan informasi secara berkesinambungan, dan di mana benda-benda fisik tersebut berperan aktif dalam proses bisnis. Layanan yang tersedia berinteraksi dengan ‘obyek pintar’ melalui Internet, mencari dan mengubah status mereka sesuai dengan setiap informasi yang dikaitkan, disamping memperhatikan masalah privasi dan keamanan.


      Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.

Contoh :
Sekali lagi mari kita bayangkan sebuah skenario: anda sedang berlibur dan rumah ditinggal dalam keadaan kosong. Suatu hari sensor kelembapan mendeteksi air di lantai dasar rumah anda. Penemuan sensor tersebut diproses oleh suatu aplikasi yang juga telah menerima laporan lain dari sensor temperatur yang mendeteksi aliran air di pipa air utama (temperature akan menurun saat air mengalir). Kedua sensor tersebut menjadi “awas” karena mereka mendeteksi anomali lingkungannya. Adanya arus air yang besar mengindikasikan kemungkinan adanya semburan pipa, yang memicu otomatisasi penutupan katup air, arus air yang kecil mengindikasikan adanya aktifitas penggunaan toilet, dan air di lantai dasar rumah dikarenakan kebocoran akibat hujan.

Apapun kondisinya, kita dapat memeroleh informasi kondisi lingkungan rumah dari sistem yang ada. Lantas apa tindakan anda selanjutnya? Anda sebagai pemilik rumah ingin membetulkan kerusakan rumah anda secepatnya, karena anda masih akan berlibur dalam waktu yang lama. Dengan memanfaatkan aplikasi yang sebelumnya telah disinkronisasikan dengan sistem rumah anda, anda akan memeroleh dua kode sekali pakai untuk membuka pintu rumah, satu untuk tetangga (untuk mengecek seberapa parah kerusakan rumah) dan satu untuk tukang pipa. Saat pintu dibuka, pesan akan masuk ke telepon genggam anda untuk menginformasikan siapa yang memasuki rumah anda.

 Skenario ini dapat menggambarkan seberapa penting pengaplikasian IoT.
 
   A. Karakteristik dan Trends

  • Kecerdasan
Kecerdasan intelejensi dan kontrol automatisasi di saat ini merupakan bagian dari konsep asli Internet of Things . Namun, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam lagi di dalam penelitian konsep Internet of Things dan kontrol automatisasi agar di masa depan Internet of Things akan menjadi jaringan yang terbuka dan semua perintah dilakukan secara auto - terorganisir atau cerdas ( Web , komponen SOA ) , obyek virtual ( avatar ) dan dapat dioperasikan dengan mudah , bertindak secara independen sesuai dengan konteks , situasi atau lingkungan yang dihadapi .
  • Arsitektur
Arsitektur Internet Of Things terdiri atas beberapa jaringan dan sistem yang kompleks serta sekuriti yang sangat ketat , jika ketiga unsur tersebut dapat dicapai , maka kontrol automatisasi di dalam Internet Of Things dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama sehingga mendapatkan profit yang banyak bagi suatu perusahaan , namun dalam membangun ketiga arsitektur itu banyak sekali perusahaan pengembang IOT yang gagal , karena dalam membangun arsitektur itu membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang tidak sedikit.
  • Faktor Ukuran, Waktu dan Ruang
Di dalam membangun Internet Of Things para engineer harus memperhatikan ketiga aspek yaitu : Ukuran , ruang , dan waktu. Dalam melakukan pengembangan IOT faktor Waktu yang biasanya menjadi kendala.Biasanya dibutuhkan waktu yang lama karena menyusun sebuah jaringan kompleks di dalam IOT tidak lah mudah dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

   B. Sektor Pembagian Internet Of Things

      Sektor Pembangunan
      Sektor Energi
      Sektor Rumah Tangga
      Sektor Kesehatan
      Sektor Industri
      Sektor Transportasi
      Sektor Perdagangan
      Sektor Keamanan
      Sektor Teknologi dan Jaringan

Internet of Things mengacu pada pengidentifikasian suatu objek yang direpresentasikan secara virtual di dunia maya atau Internet. Jadi dapat dikatakan bahwa Internet of Things adalah bagaimana suatu objek yang nyata di dunia ini digambarkan di dunia maya (Internet).

Mari kita bayangkan ketika semua benda, bahkan manusia, hewan dan tumbuhan dilengkapi dengan alat pengidentifikasian, maka mereka bisa dikelola secara efisien dengan bantuan komputer. Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti kode batang (Barcode), dan Kode QR (QR Code).

  • Kode Batang
Kode batang atau lebih dikenal dengan bahasa inggrisnya barcode adalah suatu kumpulan data optik yang dapat dibaca oleh alat scannernya. Kode batang pada awalnya digunakan untuk otomatisasi pemeriksaan barang di swalayan dan hingga saat ini kode batang (tipe UPC (Universal Price Codes)) kebanyakan masih digunakan untuk hal tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya keuntungan yang dapat diambil dari penggunaan kode batang. Prinsip kerja kode batang sangatlah sederhana, yaitu ketika kode batang didekatkan pada scanner atau pemindainya, maka scannernya akan memancarkan cahaya dan mengidentifikasi informasi atau kode yang ada pada kode batang tersebut.

  • Kode QR
Kode QR atau lebih dikenal dengan sebutan QR Code (Quick Response Code) adalah suatu kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, salah satu divisi pada Denso Corporation yang merupakan perusahaan jepang. Sesuai namanya Kode QR (Quick Response) diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. Pada zaman sekarang ini kode QR banyak digunakan sebagai alat penaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomer telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring (dalam jaringan/online) dan konten luring (luar jaringan/offline). Kehadiran kode ini memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR, melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR tersebut.

Metode yang digunakan oleh Internet of Things adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak. Pengimplementasian Internet of Things sendiri biasanya selalu mengikuti keinginan si developer dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang ia ciptakan, apabila aplikasinya itu diciptakan guna membantu monitoring sebuah ruangan maka pengimplementasian Internet of Things itu sendiri harus mengikuti alur diagram pemrograman mengenai sensor dalam sebuah rumah, berapa jauh jarak agar ruangan dapat dikontrol, dan kecepatan jaringan internet yang digunakan. Perkembangan teknologi jaringan dan Internet seperti hadirnya IPv6, 4G, dan Wimax, dapat membantu pengimplementasian Internet of Things menjadi lebih optimal, dan memungkinkan jarak yang dapat di lewati menjadi semakin jauh, sehingga semakin memudahkan kita dalam mengontrol sesuatu.

Pengimplementasian Internet of Things terwujud dalam produk Speedy Monitoring. Produk ini diluncurkan oleh PT Telkom guna menangkap, merekam, dan memonitor suatu ruangan atau area tertentu dengan menggunakan IP Camera yang terhubung ke jaringan Speedy. Kelebihan produk ini adalah kita dapat mengakses hasil monitoring kamera dan memanajemen sistem ini melalui web browser. Baik melalui desktop maupun mobile phone. Keistimewaan dari produk Speedy Monitoring adalah tersedianya media penyimpanan yang ditangani secara terpusat sehingga kita hanya perlu menyediakan kamera dan tak perlu repot lagi dengan urusan penyediaan tempat penyimpanan data dan penyediaan server. Dapat mengawasi dan mengontrol suatu tempat dan keadaaan saat kapanpun dan dimanapun adalah idaman. Tentunya dengan IOT mempermudah kita mengawasi dan mengontrol apapun tanpa terbatas jarak dan waktu (online monitoring), termasuk memonitor keadaan rumah (home monitoring). Jika Home Monitoring dapat dilakukan dengan mudah, setiap waktu, dan dari media akses apapun tentunya kita akan merasa aman dan nyaman meninggalkan rumah apalagi dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu dengan Internet of Things kita dapat mengendalikan segala sesuatu melalui sebuah perangkat dan mempermudah dalam melakukan segala aktivitas.

Contoh pemanfaatan internet of Things :

1.    Iklan dan pemasaran terhubung. Cisco percaya bahwa kategori ini (Billboards terkoneksi internet) akan menjadi tiga terbesar kategori IoT, bersamaan dengan smart factories dan sistem pendukung telecommuting.

2.    Sistem pengelolaan sampah. Di Cincinnati, volume sampah masyarakat turun 17% dan volume daur ulang meningkat hingga 49% melalui pemanfaatan program “pay as you throw” berbasis teknologi IoT untuk memonitor siapa yang membuang sampah melebihi batas.

3.    Jaringan listrik pintar yang menyesuaikan tarif untuk penggunaan puncak energi. Jaringan listrik ini mewakili penghematan US$200 miliar hinga US$500 miliar per tahun sampai dengan 2025 berdasarkan McKinsey Global Institute.

4.    Sistem air cerdas. Kota Doha, Sao Paulo, dan Beijing mengurangi kebocoran air 40-50% dengan meletakkan sensor pada pompa dan infrastruktur air lainnya.

5.    Penggunaan dalam industri mencakup pabrik dan gudang terhubung, internet yang dikelola jaringan rakitan, dan sebagainya.

6.    Uji coba penggunaan kulkas dan mesin kopi pintar yang dilakukan oleh Starbucks juga merupakan contoh nyata bagaimana kini industri mulai mengaplikasikan IoT.



Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat video mengenai Internet of Things dibawah ini



C. Ulasan Internet Of Things

Dengan kehadiran Internet of Things, seakan membuat semuanya menjadi lebih "canggih". Bayangkan, bahkan kita dapat mengendalikan rumah beserta isi yang ada di dalamnya hanya melalui ponsel pintar kita. Tak hanya ponsel pintar saja, perangkat lain seperti iPad dan laptop bisa digunakan dalam Internet of Things. Internet of Things benar benar dapat memudahkan kehidupan setiap orang. Mungkin saja dalam 2 sampai 5 tahun ke depan, kita akan melihat perkembangan aplikasi konsumen dan awal dari teknologi siap pakai yang sudah dapat kita lihat di berbagai sektor. Dari situ kita akan melihat aplikasi berbasis masyarakat yang lebih luas di perkotaan, lebih banyak rumah pintar yang go online, serta kota-kota pintar yang dapat mengimbangi kebutuhan manusia akan transportasi, kehidupan, dan infrastruktur di masa depan. Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi Internet of Things adalah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, dikarenakan pastilah jaringan tersebut akan sangat kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu, faktor biaya juga salah satu tantangan terbesar untuk menerapkan Internet of Things, dikarenakan untuk menerapkan Internet of Things pasti membutuhkan biaya yang sangat besar.



Program Diploma Institut Pertanian Bogor
Program keahlian Manajemen Informatika angkatan 50
http://ipb.ac.id



Lihat blog yang saya komentari :
1.http://saputeles.blogspot.co.id/2015/09/the-internet-of-things-architecture-iot.html 
2.http://tantiwdnt.blogspot.co.id/2015/09/internet-of-things-internet-of-things.html 
3.http://fadilinf50sil.blogspot.co.id/2015/09/internet-of-things.html



sumber : 
https://www.academia.edu/15629533/Tentang_Internet_Of_Things_IoT_







11 komentar:

  1. apakah iot ini bisa diterapkan di indonesia untuk sekarang? mengingat nilai rupiah yang sedang melemah.

    BalasHapus
  2. Postingannya sangat membantu, saya mau tanya bagaimana IoT Sensor Bekerja di Ruang Publik ?

    BalasHapus
  3. sangat jelas untuk penjelasan dari keseluruhan tentang IoT. terimakasih

    BalasHapus
  4. penjelasaannya cukup jelas, tapi saya mau bertanya apa dampak negatif dari adanya IoT ?

    BalasHapus
  5. ulasan yang dibahas sangat membantu dan bahasa yang digunakan sangat mudah untuk dipahami. terimakasih :)

    BalasHapus
  6. informasi yang diberikan cukup lengkap dan membantu. Terima kasih adi.

    BalasHapus
  7. terimakasih untuk postingnnya, sangat mendeskripsi dan jelas, namun bagaimana dengan sisi kekurangan IoT itu sendiri, dan bagaimana sistem keamanan IoT yang sudah berlangsung?

    BalasHapus
  8. terimakasih atas informasinya. namun saya ingin bertanya apakah dampak dari IoT tersebut dapat menjadikan sebuah ancaman tersendiri terhadap keamanan jaringan dan data sebuah perusahaan ?

    BalasHapus
  9. artikel yang cukup detail apalagi terdapat banyak contoh dari penggunaan IOT ini sehingga mempermudah dalam memahaminya, terima kasih banyak.

    BalasHapus
  10. postingan ini sangat membantu dalam memperoleh wawasan yang baru..sangat mudah dalam pemahaman..selalu update ya mas rizky adi :D...

    BalasHapus
  11. assallamualaikum adi, terimakasih untuk informasi nya sangat bermanfaat :)

    oh iya maaf sebelumnya saya ingin bertanya untuk perkembangan iot sendiri di indonesia pada saat ini bagaimana ya menurut anda? terimakasih

    BalasHapus